Arsip foto - Rudal-rudal yang diproduksi oleh angkatan bersenjata Iran untuk industri pertahanan dipamerkan, sementara pertunjukan paramotor yang menampilkan bendera Iran berlangsung, selama perayaan peringatan ke-47 revolusi 1979 yang dipimpin oleh Ayatollah Ruhollah Khomeini, ketika ratusan warga berkumpul di Lapangan Azadi Teheran, Iran, pada 11 Februari 2026. (ANTARA/Fatemeh Bahrami/Anadolu/pri.)
Arsip foto - Rudal-rudal yang diproduksi oleh angkatan bersenjata Iran untuk industri pertahanan dipamerkan, sementara pertunjukan paramotor yang menampilkan bendera Iran berlangsung, selama perayaan peringatan ke-47 revolusi 1979 yang dipimpin oleh Ayatollah Ruhollah Khomeini, ketika ratusan warga berkumpul di Lapangan Azadi Teheran, Iran, pada 11 Februari 2026. (ANTARA/Fatemeh Bahrami/Anadolu/pri.)

Teheran, Aktual.news – Iran pada Kamis dini hari waktu setempat memperingatkan bahwa kawasan Timur Tengah akan menjadi “neraka” bagi Amerika Serikat di tengah meningkatnya ketegangan terkait Selat Hormuz.

Dalam pernyataan yang dikutip oleh Mehr News Agency, Komandan Angkatan Udara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Seyed Majid Mousavi, memperingatkan pihak-pihak yang berupaya mengancam “Selat Hormuz yang suci.”

“Jika Anda membuat Selat Hormuz tidak aman, kami akan mengubah kawasan ini menjadi neraka bagi Anda dari seluruh wilayah Iran,” katanya.

Mousavi menyebut peringatan tersebut sebagai respons terhadap apa yang ia gambarkan sebagai keberanian Amerika” di kawasan.

Sebelumnya, IRGC menyampaikan telah menyerang 18 target militer utama Amerika Serikat di pangkalan Ali Al Salem dan Ahmad Al Jaber di Kuwait, bersama dengan pangkalan Sheikh Isa di Bahrain.

Perkembangan tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan secara cepat setelah serangan Amerika Serikat terhadap wilayah selatan Iran dan pengumuman Teheran yang menutup Selat Hormuz bagi seluruh kapal yang melintas.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain