Jakarta, Aktual.news – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkapkan progres pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai daerah telah mendekati 81 persen.
Pemerintah terus mempercepat pekerjaan di lapangan agar fasilitas pendidikan tersebut dapat digunakan sesuai target yang telah disepakati bersama Kementerian Sosial.
“Terkait Sekolah Rakyat, progresnya sekarang sudah hampir 81%,” kata Dody, di Jakarta, Jumat (19/6/2026).
Dody menjelaskan bahwa dinamika global, termasuk konflik Iran-Israel, sempat memberikan dampak terhadap pelaksanaan proyek.
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan biaya logistik menyebabkan proses pembangunan mengalami perlambatan di sejumlah lokasi. Meski demikian, ia menegaskan kondisi tersebut tidak menjadi alasan untuk mengendurkan target penyelesaian.
“Memang kita harus sadar bahwa dampak perang Iran-Israel kemarin membuat harga BBM dan biaya logistik naik, sehingga proses pembangunan sempat slowing down. Tapi itu bukan alasan,” kata dia.
Menurut Dody, Kementerian PU dan Kementerian Sosial telah menyepakati target agar para siswa dapat mulai menempati fasilitas Sekolah Rakyat pada Juli 2026 mendatang.
Pemerintah berupaya memastikan bangunan dan sarana pendukung di berbagai lokasi dapat berfungsi dengan baik saat kegiatan belajar dimulai.
“Kami bersepakat dengan Kementerian Sosial bahwa Juli nanti adik-adik sudah bisa pindah ke sekolah yang sebenarnya,” ujarnya.
Saat ini terdapat 93 titik pembangunan Sekolah Rakyat yang tengah dikerjakan. Kementerian PU berusaha agar seluruh lokasi tersebut dapat digunakan, meskipun beberapa daerah menghadapi tantangan yang lebih besar dibanding lokasi lainnya.
Salah satu contohnya berada di Kabupaten Brebes, yang membutuhkan intervensi pembangunan dari tahap awal.
“Dari 93 titik, kami berupaya maksimal agar semuanya fungsional. Di beberapa titik seperti Brebes memang agak berat karena intervensinya harus dari awal. Tapi saya yakin 90% plus dari 93 titik itu sudah bisa fungsional,” kata Dody.
Selain menyelesaikan proyek yang sedang berjalan, pemerintah juga mulai menyiapkan pengembangan Sekolah Rakyat tahap berikutnya. Proses lelang untuk pembangunan tahap ketiga telah dimulai dengan target penyelesaian pada Desember.
Langkah ini dilakukan untuk memperluas akses pendidikan melalui penambahan jumlah sekolah di berbagai wilayah.
“Ke depan, kita sudah mulai lelang untuk Sekolah Rakyat tahap 3 dengan target Desember selesai, sehingga di 2025-2026 minimal ada 100 sekolah,” ujar Dody.
Ia menambahkan bahwa tantangan terbesar dalam pembangunan Sekolah Rakyat saat ini berkaitan dengan kesiapan lahan. Berbagai aspek, mulai dari status sertifikasi hingga kondisi topografi, menjadi faktor yang harus dipastikan sebelum pembangunan dilakukan.
Dengan koordinasi yang lebih intensif bersama pihak terkait, pemerintah berharap target pembangunan dan pengoperasian Sekolah Rakyat dapat berjalan sesuai rencana.
“Kendala utamanya adalah kesiapan lahan (sertifikat, kemiringan, dll) yang sekarang kami koordinasikan lebih dekat,” kata Dody.
Laporan: Achmat
Artikel ini ditulis oleh:
Eroby Jawi Fahmi












