Jakarta, Aktual.news — Pemulihan ekonomi di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menunjukkan perkembangan signifikan, ditandai dengan lonjakan transaksi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui platform e-commerce.
Data Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) per 8 Mei mencatat total transaksi UMKM mencapai 13.209.182, meningkat 77 persen dibandingkan akhir April yang sebesar 7.461.422 transaksi.
Rinciannya, Aceh mencatat 87.746 transaksi dengan 1.396 produk, Sumatera Utara sebanyak 9.781.946 transaksi dengan 631 produk, dan Sumatera Barat sebanyak 3.339.490 transaksi dengan 101 produk.
Peningkatan tersebut sejalan dengan percepatan penyaluran bantuan stimulan ekonomi bagi penyintas bencana di tiga wilayah tersebut. Juru Bicara Satgas PRR, Amran, menegaskan bahwa pemulihan ekonomi menjadi prioritas utama dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Untuk peningkatan ekonomi sudah kita dorong terus, aktivitas ekonomi sudah hampir tuntas keseluruhan,” ujar Amran dalam keterangan tertulis Satgas PRR dikutip Minggu (10/5/2026).
Ia menambahkan, pemulihan dilakukan melalui penguatan UMKM, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta percepatan perbaikan infrastruktur pasar di wilayah terdampak.
“Di Sumbar sudah 100 persen. Kemudian di Sumut sudah 98 persen dan di Aceh 89 persen. Jadi tinggal beberapa pasar yang sedang dimaksimalkan agar bisa ditempati secepatnya,” lanjutnya.
Satgas PRR juga menargetkan percepatan penyelesaian perbaikan pasar di tiga wilayah tersebut. Hingga kini, perbaikan pasar di Sumatera Barat telah mencapai 100 persen, di Sumatera Utara 98 persen, dan di Aceh 89 persen.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka Permadhi

















