Jakarta, Aktual.news – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengimbau kepada otoritas di daerah agar seremonial pelepasan keberangkatan jamaah calon haji Indonesia tidak terlalu banyak dan tidak berlangsung lama.
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan banyaknya acara seremonial bakal berdampak pada kondisi kebugaran jamaah, padahal mereka memerlukan waktu istirahat.
“Mohon jangan terlalu banyak seremonial di daerahnya masing-masing terkait dengan pelepasan jamaah, supaya kemudian jamaah tidak banyak lama menunggu, tidak letih karena seremonial yang terlalu banyak itu menyebabkan jamaah mudah letih,” ujar Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak di Jakarta, Rabu (22/4).
Keberangkatan jamaah calon haji Indonesia seringkali diwarnai dengan seremonial pelepasan baik saat di kabupaten/kota maupun embarkasi. Bahkan ada beberapa yang dilakukan secara berulang.
Di sisi lain, kata dia, banyak jamaah lanjut usia (lansia), risiko tinggi (risti), dan disabilitas, yang memerlukan waktu istirahat sebelum perjalanan panjang ke Tanah Suci.
Maka dari itu demi menjaga kebugaran para calon haji tersebut, Wamenhaj meminta agar seremoni pelepasan dikurangi.
“Mohon dipahami supaya bisa kurangi acara-acara seremonial di daerah terkait dengan pelepasan jamaah,” kata Wamenhaj Dahnil.
Sebelumnya, sebanyak 391 calon haji Indonesia yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) pertama Embarkasi Pondok Gede Jakarta (JKG 1) diberangkatkan pada kelompok terbang (kloter) pertama ke Tanah Suci pada Rabu.
Ratusan calon haji tersebut, diterbangkan menuju Madinah melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, sekitar pukul 00.45 WIB menggunakan maskapai Garuda Indonesia.
Keberangkatan jamaah JKG 1 ini mengawali operasional misi haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Artikel ini ditulis oleh:
Rizky Zulkarnain

















