Jakarta, Aktual.news — Di tengah pergeseran industri otomotif global menuju era elektrifikasi massal, Citroën resmi mengumumkan rencana untuk menghidupkan kembali model legendarisnya, Citroën 2 CV. Langkah strategis ini diambil guna menjawab meningkatnya tren permintaan konsumen terhadap kendaraan listrik yang terjangkau, efisien, dan selaras dengan gaya hidup urban modern.
Proyek kebangkitan mobil ikonik ini merupakan bagian dari peta jalan taktis Stellantis melalui roadmap FaSTLAne. Kehadiran kembali model ini sekaligus menandai perubahan paradigma besar di industri otomotif dunia, yang kini mulai menggeser fokus dari adu performa kecepatan tinggi menuju aspek aksesibilitas, fungsionalitas, serta kesederhanaan berkendara.
Dalam keterangan tertulis yang diterima pada Minggu (31/5/2026), manajemen Citroën menegaskan bahwa versi terbaru dari 2 CV ini akan tetap setia pada filosofi dasar pendahulunya. Karakteristik utama seperti harga yang ramah di kantong, bobot desain yang ringan, serta tingkat kepraktisan tinggi yang mampu menjangkau berbagai lapisan ekonomi masyarakat akan tetap menjadi daya tarik utama.
Namun, pabrikan asal Prancis tersebut menggarisbawahi bahwa proyek ini bukan sekadar jualan nostalgia masa lalu. Citroën 2 CV generasi baru dirancang dari awal sebagai sebuah kendaraan listrik murni (battery electric vehicle/BEV) guna menjawab tantangan mobilitas perkotaan yang kian kompleks, terutama terkait pengetatan regulasi emisi karbon di berbagai kota besar dunia.
“Menciptakan kembali 2 CV untuk masa depan merupakan tantangan sekaligus tanggung jawab yang besar. Karakter 2 CV baru ini akan mengusung semangat elektrik, esensial, terjangkau, dan humanis,” ungkap CEO Citroën, Xavier Chardon. Ia menambahkan bahwa kesederhanaan yang ditawarkan bertujuan untuk mendemokratisasi mobilitas ramah lingkungan agar bisa dinikmati secara inklusif.
Dari sisi pemanfaatan teknologi, kendaraan masa depan ini diproyeksikan mengisi segmen mobil listrik berukuran ringkas (small EV). Pengembangan difokuskan pada optimalisasi efisiensi konsumsi energi, fleksibilitas ruang kabin, serta kemudahan manuver di jalur perkotaan yang padat. Langkah ini dinilai sangat relevan dengan pergeseran preferensi konsumen global yang kini lebih mementingkan biaya kepemilikan rendah dan keberlanjutan lingkungan hidup ketimbang sekadar fitur mewah.
Sembari merampungkan proses pengembangan model ikonik tersebut, Citroën saat ini mengandalkan lini produk yang sudah ada seperti seri ë-C3 sebagai solusi jangka pendek mobilitas harian perkotaan.
Sementara itu, momentum global ini dipastikan bakal membawa dampak positif ke pasar domestik. Di Indonesia sendiri, merek Citroën diageni oleh PT Indomobil National Distributor. Agen pemegang merek ini berkomitmen terus mempercepat penetrasi elektrifikasi dengan menghadirkan kendaraan modern yang nyaman serta memiliki harga yang kompetitif bagi para pencinta otomotif di Tanah Air.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka Permadhi












