Jakarta, Aktual.news – Memasuki malam 1 Muharam yang ditandai dengan masuknya waktu Maghrib, umat Islam dianjurkan untuk membaca doa awal tahun Hijriyah. Amalan ini telah lama dipraktikkan oleh para ulama dan orang-orang saleh sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT agar tahun yang baru dilalui dengan keberkahan, keselamatan, dan kemudahan dalam beribadah.
Doa awal tahun tidak sekadar menjadi tradisi pergantian kalender Islam, tetapi juga merupakan momentum spiritual untuk memperbarui niat, memperbaiki diri, serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT. Di dalamnya terkandung harapan agar seorang hamba dijaga dari berbagai godaan setan dan hawa nafsu yang dapat menjauhkan dirinya dari jalan kebaikan.
Sebagaimana disebutkan dalam kitab Kanzun Najah wa as-Surur, berikut lafaz doa awal Tahun Baru Hijriyah:
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةٌ تَمْلأُ خَزَائِنَ اللَّهِ نُوراً، وَتَكُونُ لَنَا وَلِلْمُؤْمِنِينَ فَرَجًا وَفَرَحًا وَسُرُورًا، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ تَسْلِيمًا كَثِيرًا. اللَّهُمَّ أَنْتَ الْأَبَدِيُّ الْقَدِيمُ الْأَوَّلُ، وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيمِ وَكَرِيمِ جُودِكَ الْعَمِيمِ الْمُعَوَّلُ، وَهَذَا عَامٌ جَدِيدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالْعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الْأَمَّارَةِ بِالسُّوءِ، وَالْإِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِي إِلَيْكَ زُلْفَىٰ، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، وَصَلَّى اللَّهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Latin
Bismillāhir-Raḥmānir-Raḥīm. Allāhumma ṣalli ‘alā sayyidinā Muḥammadin shalātan tamla’u khazā’inallāhi nūran, wa takūnu lanā walil-mu’minīna farajan wa faraḥan wa surūran, wa ‘alā ālihī wa shaḥbihī wa sallim taslīman katsīrān. Allāhumma antal-abadiyyul-qadīmul-awwal, wa ‘alā fadllikal-‘adhīmi wa karīmi jūdikal-‘amīm al-mu’awwal, wa hādzā ‘āmun jadīdun qad aqbala. As’alukal-‘ishmata fīhi minasy-syaiṭāni wa auliyā’ihī, wal-‘auna ‘alā hādzihin-nafsil-ammārati bis-sū’, wal-isytighāla bimā yuqarribunī ilaika zulfā, yā Dzal-jalāli wal-ikrām. Wa shallallāhu ta‘ālā ‘alā sayyidinā Muḥammadin wa ‘alā ālihī wa shaḥbihī wa sallam.
Artinya
“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas junjungan kami, Nabi Muhammad, shalawat yang memenuhi khazanah-Mu dengan cahaya, dan menjadi bagi kami dan kaum mukminin jalan keluar, kebahagiaan, dan kesenangan. Dan (limpahkan pula) kepada keluarganya dan para sahabatnya, serta berilah salam sebanyak-banyaknya. Ya Allah, Engkaulah Yang Abadi, Yang Dahulu, Yang Pertama. Kepada anugerah-Mu yang agung dan karunia-Mu yang luas tempat kami menggantungkan harapan. Tahun baru ini telah datang, maka aku memohon kepada-Mu penjagaan padanya dari setan dan para pengikutnya, bantuan untuk mengendalikan jiwa yang selalu memerintahkan kepada keburukan, dan kesibukan dengan hal-hal yang mendekatkan aku kepada-Mu dalam kedekatan. Wahai Dzat Yang Memiliki Keagungan dan Kemuliaan. Semoga shalawat Allah senantiasa tercurah kepada junjungan kami Nabi Muhammad, beserta keluarganya dan para sahabatnya, dan semoga keselamatan tercurah atas mereka.”
Dianjurkan Dibaca Tiga Kali
Dalam keterangan yang terdapat dalam Kanzun Najah wa as-Surur, doa awal tahun ini dianjurkan untuk dibaca sebanyak tiga kali setelah masuknya Tahun Baru Hijriyah. Pengulangan tersebut dilakukan sebagai bentuk pengharapan yang lebih kuat kepada Allah SWT agar diberikan perlindungan dan keberkahan sepanjang tahun yang akan dijalani.
Keutamaan Membaca Doa Awal Tahun
Para ulama menjelaskan bahwa doa awal tahun memiliki sejumlah keutamaan. Syekh Abdul Hamid bin Muhammad Ali Quddus al-Makki asy-Syafi’i menjelaskan bahwa orang yang membaca doa tersebut sebanyak tiga kali akan memperoleh penjagaan dari gangguan setan dan para pengikutnya.
Beliau menukil:
يَقْرَؤُهُ ثَلَاثًا؛ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَقُولُ: اسْتَأْمَنَ عَلَى نَفْسِهِ فِيمَا بَقِيَ مِنْ عُمْرِهِ، وَتُوُكِّلَ بِهِ مَلَكَانِ يَحْرُسَانِهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَتْبَاعِهِ
Artinya:
“Jika doa ini dibaca sebanyak tiga kali, maka sesungguhnya setan akan berkata: Ia telah mengamankan dirinya untuk sisa umurnya. Lalu dua malaikat ditugaskan untuk menjaganya dari setan dan para pengikutnya.” (Kanzun Najah wa As-Surur, hlm. 68–69).
Keterangan tersebut menunjukkan betapa para ulama memandang doa awal tahun sebagai amalan yang sarat dengan nilai spiritual. Bukan hanya sebagai doa pembuka tahun, tetapi juga sebagai bentuk permohonan perlindungan dan penjagaan dari berbagai keburukan yang mungkin dihadapi seorang hamba.
Momentum Muhasabah dan Pembaruan Diri
Pergantian tahun Hijriyah pada hakikatnya bukan sekadar pergantian angka dalam kalender. Lebih dari itu, ia merupakan kesempatan untuk melakukan muhasabah, mengevaluasi perjalanan hidup yang telah dilalui, serta memperbarui komitmen dalam menjalankan ketaatan kepada Allah SWT.
Tahun yang baru hendaknya disambut dengan tekad untuk memperbanyak amal saleh, memperbaiki kekurangan pada masa lalu, dan meningkatkan kualitas hubungan dengan Allah maupun sesama manusia. Doa awal tahun menjadi salah satu sarana untuk meneguhkan tekad tersebut sekaligus memohon pertolongan Allah agar dimudahkan dalam menapaki hari-hari yang akan datang.
Karena itu, selain memperhatikan doa akhir tahun, umat Islam juga dianjurkan untuk menghidupkan amalan membaca doa awal tahun sebagai bagian dari tradisi spiritual yang diwariskan para ulama.
Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa yang telah lalu, menjaga kita dari berbagai keburukan dan fitnah, serta melimpahkan keberkahan, kemudahan, kesehatan, dan kebaikan yang lebih luas pada Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah. Āmīn yā Rabbal ‘Ālamīn.
Artikel ini ditulis oleh:
Rizky Zulkarnain












