Jakarta, Aktual.news – Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf melakukan peninjauan langsung terhadap kesiapan layanan jemaah haji Indonesia di kawasan Arafah menjelang puncak ibadah haji di Armuzna, Kamis (21/5).
Peninjauan tersebut difokuskan pada kesiapan layanan dasar bagi jemaah, mulai dari konsumsi, sanitasi, hingga fasilitas pendukung bagi jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas.
Kegiatan itu dilakukan bersama rombongan Amirul Hajj guna memastikan seluruh fasilitas siap digunakan saat puncak pergerakan jemaah berlangsung.
“Hari ini kita memeriksa kesiapan tenda-tenda di Arafah dan Mina, kesiapan makanan, kesiapan toilet, kesiapan klinik-kliniknya kita lihat,” ujar Menhaj seperti dikutip dari situs Kementerian Haji.
Salah satu perhatian utama dalam peninjauan tersebut adalah kesiapan logistik makanan siap saji atau Ready to Eat (RTE). Menhaj bersama Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar turut mengecek langsung gudang penyimpanan makanan yang berisi berbagai menu khas Indonesia, termasuk rendang daging yang disiapkan untuk jemaah selama Armuzna.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kualitas penyimpanan, kebersihan, serta kesiapan distribusi makanan agar tetap layak konsumsi, terutama bagi jemaah lansia.
“Namanya gudang memang tempat penyimpanan makanan, tapi yang penting tadi saya lihat kebersihannya,” kata Menhaj.
Selain konsumsi, fasilitas sanitasi di kawasan Arafah juga menjadi perhatian serius. Rombongan memeriksa langsung kondisi toilet darurat, termasuk ketersediaan air dan kelayakan penggunaannya bagi jemaah.
Menurut Menhaj, rasio toilet saat ini masih berada pada kisaran satu unit untuk 50 jemaah. Meski belum ideal, fasilitas tersebut tetap diupayakan maksimal untuk menunjang kenyamanan jemaah, khususnya lansia.
“Toilet tadi saya tanya memang belum ideal, tapi untuk ukuran Arafah saat ini satu banding lima puluh,” ungkapnya.
Kementerian Haji dan Umrah juga berencana terus berkoordinasi dengan otoritas terkait di Arab Saudi guna mendorong penambahan fasilitas sanitasi pada musim haji mendatang.
“Kami tadi minta tahun depan kalau masih digunakan, jumlah toiletnya ditambah lagi,” ujarnya.
Artikel ini ditulis oleh:
Rizky Zulkarnain

















