Jakarta, Aktual.news – Pemerintah Iran menyatakan proposal perdamaian terbaru yang diajukan Amerika Serikat (AS) mulai mampu menjembatani sebagian perbedaan di antara kedua negara, di tengah upaya mengubah gencatan senjata yang masih rapuh menjadi kesepakatan damai permanen.
Kantor berita semi-resmi Iranian Students’ News Agency (ISNA), Kamis (21/5), melaporkan Teheran tengah menyusun jawaban resmi atas draf yang diajukan Washington tersebut.
“Proposal itu telah mempersempit perbedaan sampai batas tertentu,” tulis ISNA tanpa mengungkap sumber informasi secara rinci.
Namun demikian, media itu menegaskan bahwa proses penyelarasan lebih lanjut tetap bergantung pada dihentikannya “ambisi perang” dari pihak AS.
Secara terpisah, Kementerian Luar Negeri Iran menjelaskan pertukaran pesan terbaru merujuk pada draf 14 poin yang sebelumnya diajukan Teheran beberapa pekan lalu. Usulan tersebut mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz oleh Iran dan pencabutan blokade pelabuhan Iran oleh AS sebagai langkah awal menuju negosiasi yang lebih luas terkait program nuklir Teheran.
Hingga kini Iran belum memberikan kepastian kapan jawaban resmi akan disampaikan kepada Washington. Teheran juga kembali menegaskan tuntutan penghentian pertempuran “di semua front, termasuk Lebanon”, serta meminta pencairan aset-aset Iran yang dibekukan akibat sanksi internasional.
Di tengah perkembangan itu, Marsekal Lapangan Asim Munir yang dinilai sebagai tokoh paling berpengaruh di Pakistan dijadwalkan mengunjungi Teheran pada Kamis. Islamabad saat ini disebut berperan sebagai mediator utama dalam komunikasi kedua pihak.
Perkembangan terbaru muncul di tengah meningkatnya ancaman eskalasi antara AS dan Iran setelah kebuntuan berkepanjangan dalam proses diplomasi.
Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington kini berada dalam “tahap akhir” diplomasi dengan Iran. Pernyataan tersebut memicu optimisme pasar bahwa peluang tercapainya kesepakatan damai semakin terbuka.
Meski demikian, Trump kembali melontarkan ancaman bahwa AS dapat melanjutkan serangan dalam beberapa hari mendatang apabila Iran menolak syarat-syarat yang diajukan Washington.
“Kami akan mencapai kesepakatan atau kami akan melakukan beberapa hal yang sedikit tidak menyenangkan. Tapi mudah-mudahan itu tidak terjadi,” ujar Trump kepada wartawan.
Di pasar global, harga minyak dunia tercatat sedikit melemah pada Kamis. Minyak mentah Brent turun 0,4 persen menjadi US$104,70 per barel, meskipun masih menguat sekitar 45 persen sejak konflik pecah.
Salah satu isu utama yang masih menjadi kebuntuan adalah soal pengayaan nuklir Iran dan cadangan uranium tingkat tinggi yang dimiliki Teheran. AS mendesak Iran menyerahkan stok uranium tersebut serta menghentikan aktivitas pengayaan setidaknya selama satu dekade karena khawatir dapat digunakan untuk pengembangan senjata nuklir.
Namun para pemimpin Iran sejauh ini menolak tuntutan tersebut secara terbuka.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya tidak akan tunduk pada tekanan.
“Memaksa Iran menyerah melalui tekanan hanyalah ilusi,” tulis Pezeshkian melalui platform X.
Perselisihan lain juga terjadi di Lebanon, di mana Israel bersama AS masih terlibat konflik melawan Hizbullah yang didukung Iran. Israel menolak menarik pasukannya dari Lebanon, sementara gencatan senjata di kawasan itu masih berlangsung rapuh dengan serangan yang terus terjadi hampir setiap hari.
Laporan Axios menyebut Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sempat terlibat percakapan tegang terkait arah kebijakan terhadap Iran. Netanyahu disebut tetap meragukan Iran akan mematuhi kesepakatan damai dan memberi sinyal bahwa operasi militer terhadap Teheran dapat kembali dilanjutkan sewaktu-waktu.
Sementara itu, Iran juga memperingatkan akan memperluas pembalasan apabila AS atau Israel kembali melancarkan serangan.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menegaskan bahwa jika agresi kembali terjadi, konflik regional akan meluas melampaui Timur Tengah.
IRGC bahkan mengancam akan melancarkan “serangan telak di tempat-tempat yang tidak diduga.”
Artikel ini ditulis oleh:
Tino Okt















