Jakarta, Aktual.news – PT Pudjiadi Prestige Tbk (PUDP) membukukan laba bersih sebesar Rp1,61 miliar sepanjang Tahun Buku 2025. Perseroan pun memutuskan membagikan dividen tunai kepada pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan yang digelar di Jakarta, Rabu (4/6/2026).
Direktur PUDP Toto Sasetyo Dwi Budi Listyanto menyampaikan bahwa pemegang saham menyetujui pembagian dividen sebesar Rp1 per lembar saham. Dividen tersebut akan dibagikan kepada 659.120.000 saham yang tercatat.
Pembayaran dividen dijadwalkan paling lambat pada 1 Juli 2026. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari penggunaan laba bersih Tahun Buku 2025.
Selain pembagian dividen, RUPS juga menetapkan susunan baru Dewan Komisaris dan Direksi untuk periode 2026–2029. Komisaris Utama dijabat Kosmian Pudjiadi, dengan anggota Ariyo Tejo dan Komisaris Independen Octavianus Halim.
Sementara itu, posisi Direktur Utama dipegang Damian Pudjiadi. Toto Sasetyo Dwi Budi Listyanto tetap menjabat sebagai Direktur.
Dalam agenda Public Expose 2026, perseroan juga memperkenalkan proyek hunian terbaru bertajuk SOLEA Lebak Bulus. Proyek ini menyasar segmen premium di kawasan Jakarta Selatan.
Vice President Operations Michael Pudjiadi mengatakan proyek tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan hunian yang lebih tenang di tengah dinamika perkotaan. Konsep yang diusung mengedepankan kenyamanan, privasi, dan lingkungan eksklusif.
SOLEA Lebak Bulus mengusung konsep one gate system dengan keamanan terintegrasi. Kawasan ini juga dirancang untuk memberikan keseimbangan antara aktivitas urban dan kualitas hidup penghuni.
Nama SOLEA berasal dari kata “Sol” yang berarti matahari. Konsep ini diwujudkan melalui desain yang mengutamakan pencahayaan alami dan sirkulasi udara yang optimal.
Untuk pengembangannya, perseroan menggandeng firma arsitektur Atelier Riri. Desain proyek mengedepankan pendekatan modern dan fungsional.
Proyek ini menyediakan unit hunian dengan lebar bangunan mulai dari 7 hingga 10 meter. Lokasinya berada di kawasan strategis Lebak Bulus dengan akses ke Jalan RS Fatmawati dan Jalan Karang Tengah Raya.
Kawasan tersebut dekat dengan berbagai fasilitas publik. Di antaranya rumah sakit, sekolah internasional, serta pusat aktivitas perkotaan.
Perseroan menilai tren pasar properti saat ini mengalami pergeseran. Konsumen, khususnya di segmen menengah atas, cenderung memilih hunian dengan jumlah unit terbatas dan desain yang lebih personal.
Melalui proyek ini, PUDP berharap dapat memperkuat portofolio bisnis di sektor hunian premium. Perseroan juga menargetkan dapat menangkap peluang pertumbuhan pasar properti ke depan.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka Permadhi












