Jakarta, Aktual.news – Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Volker Türk, mengatakan pasukan Israel telah membunuh hampir 1.000 warga Palestina sejak gencatan senjata di Jalur Gaza diumumkan pada Oktober lalu.
Menurutnya, sebagian besar dari mereka adalah warga sipil.
Dalam pidato sesi ke-62 Dewan HAM, Türk mengatakan otoritas Israel mendorong warga Palestina ke wilayah yang semakin sempit dan membatasi penyaluran bantuan kemanusiaan.
Ia menambahkan bahwa di Tepi Barat, pasukan dan pemukim Israel mempercepat penghancuran komunitas dan pencaplokan wilayah.
Ia juga mengungkapkan bahwa hingga kini pasukan Zionis telah membunuh 57 orang, melukai hampir 1.300 orang, menangkap ratusan orang, serta mengeluarkan 23 perintah penyitaan tanah.
Türk mengatakan, “Sejumlah pejabat senior Israel terang-terangan berbicara soal pengusiran seluruh warga Palestina dari Gaza, dan penghapusan kemungkinan berdirinya negara Palestina yang layak. Semua ini sepenuhnya ilegal.”
Sebelumnya, sumber-sumber medis di otoritas kesehatan yang berbasis di Gaza pada Minggu (14/6) menyampaikan bahwa total kematian akibat konflik Israel-Hamas di Gaza sejak 7 Oktober 2023 telah melampaui 73.000 jiwa.
Sumber-sumber tersebut mengatakan kepada Xinhua bahwa jumlah korban jiwa secara keseluruhan terus bertambah di tengah operasi militer Israel yang sedang berlangsung di berbagai area di Jalur Gaza.
Sementara itu, sumber medis di Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza City melaporkan telah menerima empat jenazah dan beberapa korban luka, yang sebagian di antaranya mengalami luka serius, menyusul serangan udara Israel di kamp pengungsi Jabalia di Gaza utara.
Sejumlah saksi mata mengatakan kepada Xinhua bahwa drone Israel pada Minggu menembakkan sedikitnya satu rudal ke arah sekelompok warga Palestina di dekat Rumah Sakit Yemen Al-Saeed di kamp Jabalia.
Artikel ini ditulis oleh:
Eroby Jawi Fahmi












