Jakarta, Aktual.news – Sedikitnya 99.000 sepeda motor ilegal diduga telah diekspor ke Afrika Barat dan Pasifik Selatan dalam praktik sindikat yang berlangsung selama bertahun-tahun dan kini mulai terungkap setelah penggerebekan polisi di Jakarta Selatan.

Anggota Komisi III DPR RI, Hasbiallah Ilyas, mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas jaringan tersebut. “Kasus ini harus dibongkar sampai ke akar-akarnya. Aksi yang sudah berlangsung selama empat tahun ini pasti tidak hanya melibatkan satu orang, tetapi sindikat yang terorganisir,” ujarnya, Kamis (14/5/2026).

Politikus PKB ini pun menyoroti besarnya potensi kerugian negara dari praktik ilegal tersebut.

“Negara dirugikan karena motor-motor ini diperjualbelikan tanpa mekanisme resmi dan kontribusi pajak. Ini menciptakan praktik ekonomi ilegal yang tidak boleh dibiarkan karena merugikan keuangan negara secara nyata,” tegasnya.

Pengungkapan kasus ini bermula dari penggerebekan yang dilakukan aparat kepolisian di kawasan Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada awal Mei 2026, dengan temuan 1.494 unit sepeda motor tanpa dokumen resmi.

Dari hasil pengembangan, polisi menemukan indikasi bahwa praktik ilegal ini telah berjalan sejak 2022, dengan pola pengumpulan motor dari berbagai wilayah sebelum dikirim ke luar negeri melalui jalur tidak resmi.

Dalam proses penyelidikan tersebut, aparat kemudian menetapkan WS, Direktur PT Indobike Dua Enam, sebagai tersangka yang diduga berperan dalam jaringan distribusi dan ekspor kendaraan ilegal.

Kasus ini masih terus didalami, termasuk penelusuran jalur pengapalan, negara tujuan ekspor seperti Tahiti dan Togo, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam sindikat perdagangan motor ilegal berskala internasional tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi