Jakarta, Aktual.newsBadan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memprakirakan potensi hujan masih akan mendominasi sejumlah wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan, periode 1–7 Mei 2026, meskipun sebagian daerah mulai memasuki masa peralihan menuju musim kemarau.

Dalam laporan resmi yang dirilis BMKG, disebutkan bahwa pada periode akhir April 2026 telah terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sangat lebat di berbagai wilayah. Curah hujan tertinggi tercatat di Sulawesi Selatan mencapai 118,4 mm per hari, disusul Maluku (99,0 mm), Bali (90,3 mm), serta sejumlah wilayah lain seperti Gorontalo, Papua, dan Kalimantan Tengah.

BMKG menjelaskan, kondisi tersebut dipengaruhi oleh sejumlah fenomena atmosfer global, seperti gelombang Rossby ekuatorial, Kelvin, dan Mixed Rossby-Gravity (MRG), yang berperan dalam meningkatkan pembentukan awan hujan. Selain itu, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang berada pada fase dua turut memperkuat potensi hujan, khususnya di wilayah barat Indonesia hingga sebagian Jawa, Bali, dan Sulawesi.

Di sisi lain, suhu maksimum harian yang cukup tinggi juga masih terpantau di sejumlah wilayah, seperti Sumatra Utara, Aceh, dan Banten yang mencapai lebih dari 36 derajat Celsius. Kondisi ini dipicu oleh intensitas radiasi matahari yang tinggi serta mulai menguatnya monsun Australia, yang ditandai dengan dominasi angin timuran yang membawa massa udara lebih kering.

BMKG memprediksi, dalam beberapa hari ke depan, monsun Australia akan semakin menguat. Hal ini menjadi indikasi awal peralihan musim dari hujan menuju kemarau di sejumlah wilayah Indonesia. Meski demikian, hujan masih berpotensi terjadi akibat dinamika atmosfer yang tetap aktif.

“Pola peralihan musim ditandai dengan perbedaan suhu yang cukup signifikan antara pagi dan siang hari, serta potensi hujan lokal pada sore hingga malam hari,” tulis BMKG, dilaman resmi, dikutip, Minggu (3/5/2026).

Untuk periode 1–3 Mei 2026, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat diprakirakan terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia. BMKG mengingatkan adanya potensi hujan sedang hingga lebat di sejumlah daerah, termasuk Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua.

Sementara itu, wilayah yang masuk kategori siaga hujan lebat hingga sangat lebat meliputi Aceh, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Kalimantan Timur, Maluku, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.

Memasuki periode 4–7 Mei 2026, kondisi cuaca umumnya didominasi hujan ringan hingga sedang. Namun, potensi hujan lebat masih perlu diwaspadai di sejumlah wilayah, dengan kategori siaga terutama di Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Papua Pegunungan.

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, dan angin kencang. Masyarakat juga diingatkan untuk menjaga kesehatan saat cuaca panas, termasuk menggunakan pelindung dari paparan sinar matahari dan mencukupi kebutuhan cairan tubuh.

Selain itu, masyarakat diminta menghindari berteduh di bawah pohon atau baliho saat terjadi hujan disertai angin kencang dan petir, serta terus memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG.

“Informasi prakiraan cuaca akan terus diperbarui secara berkala untuk mendukung keselamatan dan kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas,” tulis BMKG.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi