Washington, Aktual.news – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Kamis (30/4) menegaskan bahwa AS akan mengamankan persediaan uranium yang diperkaya milik Iran “dengan cara apa pun”.
“Kami ingin mendapatkannya. Kami akan mengambilnya dengan cara apa pun. Kami akan mendapatkannya. Kami akan mendapatkannya atau kami akan mengambilnya. Mereka akan memberikannya kepada kami atau kami akan mengambilnya,” kata presiden AS itu di Gedung Putih. “Bahkan tidak akan sulit.”
Pernyataan Trump disampaikan di tengah kebuntuan yang masih berlangsung antara AS dan Iran, ketika pembicaraan untuk mencapai akhir permanen konflik – yang saat ini berada dalam tenggat waktu yang diperpanjang oleh presiden AS – masih terhenti.
Sejumlah laporan menyatakan Iran mengusulkan untuk membuka kembali Selat Hormuz, sambil menunda negosiasi terkait program nuklirnya ke tahap selanjutnya.
Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA), Rafael Grossi, Rabu (29/4) mengatakan upaya verifikasi lembaganya terhambat oleh kondisi keamanan di lapangan.
Ia menyebut para inspektur dijadwalkan mengunjungi fasilitas nuklir Iran yang baru diumumkan pada 13 Juni tahun lalu, namun serangan AS-Israel dimulai pada hari yang sama.
“Akses seharusnya dilakukan pada 13 Juni, pada hari dimulainya serangan,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa waktu tersebut membuat inspeksi menjadi tidak mungkin dilakukan.
Grossi mengatakan badan tersebut sebelumnya memantau secara ketat persediaan besar uranium yang diperkaya di Iran sebelum konflik meningkat.
Artikel ini ditulis oleh:
Rizky Zulkarnain

















