Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menunjukkan sikap pongahnya terhadap negara yang bersebrangan dengan kepentinganya dan AS. Trump, yang foto-fotonya muncul dalam serangkain file milik Jeffrey Epstein, mengatakan akan memutus hubungan dagang dengan Spanyol setelah AS tidak bisa menggunakan pangkalan militer Spanyol untuk menyerang Iran. Foto: REUTERS/Kevin Lamarque

Washington DC, Aktual.news – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak tawaran terbaru dari Iran yang mengusulkan pembukaan kembali Selat Hormuz dengan syarat pencabutan blokade laut oleh AS. Ia menegaskan bahwa kebijakan blokade akan tetap diberlakukan hingga tercapai kesepakatan nuklir antara Washington dan Teheran.

Proposal Iran juga mencakup usulan penundaan pembahasan nuklir ke tahap lanjutan setelah pembukaan Selat Hormuz dan pencabutan blokade dilakukan.

Dalam wawancara dengan media AS, Axios, sebagaimana dilaporkan Anadolu Agency pada Kamis (30/4/2026), Trump menyebut Iran berupaya mencapai kesepakatan guna mengakhiri tekanan ekonomi dari blokade laut AS.

“Mereka (Iran-red) ingin menyelesaikan masalah ini. Mereka tidak ingin saya mempertahankan blokade. Saya tidak ingin melakukannya (mencabut blokade-red), karena saya tidak ingin mereka memiliki senjata nuklir,” kata Trump dalam wawancara tersebut.

Trump menegaskan bahwa langkah mempertahankan blokade laut dianggap sebagai strategi efektif untuk menekan Iran terkait program nuklirnya, dengan tujuan utama mencegah pengembangan senjata nuklir.

“Blokade ini agak lebih efektif daripada pengeboman. Mereka tercekik seperti babi yang dijejali. Dan itu akan menjadi lebih buruk bagi mereka. Mereka tidak bisa memiliki senjata nuklir,” ucap Trump kepada Axios.

Ia juga menyatakan bahwa fasilitas penyimpanan dan pipa minyak Iran berada dalam tekanan besar karena tidak dapat mengekspor minyak akibat blokade tersebut, meskipun sejumlah analis meragukan kondisi darurat tersebut.

Di sisi lain, beberapa sumber menyebutkan kepada Axios bahwa CENTCOM tengah menyiapkan opsi serangan udara terbatas untuk mengatasi kebuntuan diplomatik jika Iran tidak menunjukkan kompromi. Namun hingga kini, Trump belum memberikan izin untuk tindakan militer.

Trump menyatakan proses negosiasi masih berlangsung dan mengklaim adanya kemajuan dari pihak Iran.

“Pertanyaannya adalah apakah mereka akan melangkah cukup jauh atau tidak. Saat ini, tidak akan pernah ada kesepakatan kecuali mereka setuju bahwa tidak akan pernah ada senjata nuklir,” tegas Presiden AS tersebut.

Ia juga menambahkan bahwa sudah saatnya Iran menyatakan: “Kami menyerah.”

Sementara itu, pihak Iran menolak pandangan tersebut. Sumber keamanan Iran yang dikutip Press TV menyatakan pada Rabu (29/4) bahwa blokade laut AS akan mendapat respons tegas.

Sumber tersebut menegaskan bahwa Angkatan Bersenjata Iran meyakini kesabaran memiliki batas dan tindakan balasan akan diambil jika blokade terus berlanjut.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain