Jakarta, Aktual.news – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyoroti perkembangan penyebaran Hantavirus di Indonesia setelah Kementerian Kesehatan melaporkan adanya 23 kasus terkonfirmasi dengan tiga kematian yang tersebar di sembilan provinsi sejak 2024 hingga minggu ke-16 tahun 2026.
Ketua DPR, Puan Maharani, meminta seluruh pemangku kepentingan segera melakukan langkah antisipasi dan mitigasi guna menekan penyebaran virus tersebut agar tidak berkembang menjadi ancaman kesehatan yang lebih luas.
Menurut Puan, pemerintah perlu bergerak cepat sejak dini agar penyebaran Hantavirus tidak berkembang masif seperti yang pernah terjadi pada pandemi Covid-19.
“Jadi apa pun hal-hal yang kemudian virus-virus yang nantinya bisa meluas dan melebar atau tercemar dengan mudah, ya sebaiknya sudah diantisipasi dari awal. Pintu-pintu yang memang harus dicegah ya sebaiknya dicegah sehingga jangan sampai meluas tanpa diantisipasi,” ujar Puan kepada awak media, Selasa (12/5/2026).
Selain meminta langkah mitigasi diperkuat, Puan juga mendorong Komisi IX DPR untuk meminta penjelasan dari para pemangku kepentingan terkait mengenai strategi penanganan dan pencegahan penyebaran Hantavirus di Indonesia.
Hal itu akan dilakukan dalam masa persidangan tahun sidang 2025–2026, mengingat Komisi IX DPR memiliki mitra kerja yang berkaitan langsung dengan penanganan penyakit menular, termasuk Kementerian Kesehatan.
Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman, mengungkapkan tingkat fatalitas kasus Hantavirus di Indonesia mencapai 13 persen dalam periode 2024 hingga minggu ke-16 tahun 2026.
Menurut Aji, seluruh kasus yang terkonfirmasi mengarah pada Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) dengan strain Seoul virus.
“Ini situasi nasional. Ada 23 positif, tiga kematian, sisanya sembuh. Sisa dua kasus suspect sudah terkonfirmasi negatif,” kata Aji kepada Bloomberg Technoz, Jumat (8/5/2026).
Kementerian Kesehatan sebelumnya juga terus mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan Hantavirus yang umumnya berasal dari paparan urine, air liur, atau kotoran hewan pengerat yang terinfeksi.
Pemerintah menilai langkah deteksi dini, penguatan surveilans, serta edukasi kepada masyarakat menjadi kunci penting untuk mencegah penyebaran virus secara lebih luas di Indonesia.
Artikel ini ditulis oleh:
Tino Okt















