Menteri Pertahanan Prabowo mewakili Presiden RI memimpin Upacara Penetapan Komponen Cadangan (Komcad) Tahun 2023 sebanyak 2.497 orang di Pusdiklatpassus Kopassus Batujajar, Jawa Barat, Jumat (11/8). Aktual/DOK KEMENHAN

Jakarta, Aktual.news – Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin meminta pemerintah mengevaluasi pelaksanaan latihan dasar kemiliteran (latsarmil) setelah dua peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) meninggal dunia.

Menurut TB Hasanuddin, evaluasi perlu dilakukan terutama terkait pemeriksaan kesehatan peserta sebelum mengikuti pelatihan, guna memastikan kondisi fisik mereka siap menjalani aktivitas berat di lapangan.

“Sumbernya karena sakit dan heat stroke. Harus dicek kesehatannya dengan baik agar siap melaksanakan kegiatan fisik dalam kondisi panas,” ujarnya di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Ia menilai program latsarmil memiliki tujuan yang baik untuk membentuk kapasitas calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Namun, menurutnya materi pelatihan perlu disesuaikan.

TB Hasanuddin menyarankan agar materi kemiliteran seperti latihan menembak dan kegiatan fisik berat dikurangi, dan lebih difokuskan pada pelatihan manajemen koperasi.

Kementerian Pertahanan sebelumnya membenarkan dua peserta SPPI, yakni Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq, meninggal dunia saat mengikuti latsarmil.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan, Rico Ricardo Sirait, menjelaskan Anisa meninggal akibat heat stroke saat mengikuti pendidikan di Balikpapan. Sementara Yonanda meninggal dunia akibat henti jantung setelah mengalami penurunan kondisi fisik saat pelatihan di Baturaja.

Kemhan menyatakan seluruh peserta telah menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti pelatihan, namun tetap akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program.

Evaluasi tersebut mencakup mekanisme seleksi kesehatan, pengawasan medis, hingga sistem penanganan peserta selama pelatihan.

Di sisi lain, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menyatakan keyakinannya bahwa instansi terkait akan menangani peristiwa tersebut secara serius dan profesional.

Ia juga mengajak semua pihak untuk mengedepankan empati dan kehati-hatian dalam menyikapi kejadian tersebut, serta memberikan ruang bagi proses penelusuran fakta secara objektif.

“Atas nama pimpinan Komisi I DPR RI, kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi