Jakarta, Aktual.news – Portugal Vs Republik Demokratik (RD) Kongo menjalani pertandingan pertama di Grup K, Kamis (18/6/2026) pukul 00.00 WIB, atau Rabu, 17 Juni 2026 pukul 12.00 (CDT), di Stadion NRG, Houston, Texas, Amerika Serikat (AS).
Portugal yang dilatih Roberto Martínez menerapkan formasi 4-2-3-1. Di mana Cristiano Ronaldo menjadi penyerang tunggal, dan Bruno Fernandes berada di belakangnya. Adapun Pedro Neto, dan Bernardo Silva menempati sayap kiri-kanan penyerangan.
Di sisi gelandang tengah ada João Neves, dan Vítor Ferreira (Vitinha). Pada bagian pertahanan, Nuno Mendes, dan João Cancelo menempati bek sayap. Adapun Tomás Araújo, dan Renato Veiga menempati bek tengah. Posisi kiper dipercayakan Diogo Costa
Manajer Kongo, Sébastien Desabre, mengunakan skema 5-3-2 untuk menghadapi para penyerang dan gelandang kreatif Portugal.
Penjaga gawang Kongo ditempati Lionel Mpasi-Nzau; Posisi bek ada Axel Tuanzebe, Chancel Mbemba, Steve Kapuadi, Aaron Wan-Bissaka, dan Arthur Masuaku.
Di bagian tengah ada Edo Kayembe, Samuel Moutoussamy, dan Ngal Ayel Mukau; Serta menempatkan Yoane Wissa, dan Cédric Bakambu pada posisi penyerang.
Portugal yang tampil sembilan kalinya di Piala Dunia mengambil inisiatif serangan sejak peluit babak pertama dibunyikan. Melalui para pemainnya yang bermain di klub-klub Eropa, tim berjuluk Seleção das Quinas (Tim Pilihan/Perisai) berusaha mencetak gol cepat.
Hasilnya, pada menit 6, Neves mencetak gol ke gawang Mpasi usai menyundul bola hasil umpan lambung Neto dari sisi kanan pertahanan Kongo. Kedudukan 1-0 untuk Portugal.

Usai keboboloan, tim Les Léopards (Macan Tutul), sebutan Kongo, pelan-pelan mulai menyerang Portugal untuk menyamakan kedudukan. Di menit 10, Wissa menembak bola dari luar kotak penalti, sayang tendangannya masih jauh dari gawang Costa.
Pada menit 13, Bakambu berhasil melewati dua pemain Portugal dan melepaskan tendangan luar kotak penalti, namun sepakannya masih diblok Araújo, bola hanya keluar lapangan untuk tendangan sepak pojok bagi Kongo.
Setelahnya, kedua tim melakukan jual beli serangan. Di mana Portugal menguasai jalannya pertandingan. Sementara Kongo mengandalkan serangan balik yang kerap mengancam gawang Portugal.
Upaya Kongo, tampil di Piala Dunia untuk kedua kalinya setelah 1974, untuk menyamakan skor berbuah pada menit 45+4. Gol ini berawal dari serangan balik yang menghasilkan tendangan sudut.
Masuaku, mendapat umpan dari sepak pojok di luar kotak penalti, mengirimkan umpan lambung ke dalam kotak penalti. Wissa yang lolos dari jebakan offside, dan tanpa terkawal mampu menyundul bola masuk ke gawang Costa. Skor pun 1-1. Ini menjadi gol pertama Kongo selama keikutsertaannya di Piala Dunia.
Portugal pun harus puas bermain imbang di babak pertama walau memiliki penguasaan bola 79 persen berbanding 21 persen. Adapun Kongo, meski lebih sedikit menguasai bola, mampu menembakkan bola lebih banyak ke gawang Portugal.
Ronaldo Gagal Manfaatkan Peluang
Memasuki babak kedua, Portugal melakukan pergantian pemain dengan menarik Francisco Conceição menggantikan Bernardo Silva.
Jalannya pertandingan masih seperti babak pertama, di mana Portugal menguasai permainan, dan Kongo sesekali melakukan serangan yang efektif dan langsung ke jantung pertahanan.
Pada menit 55, Portugal sempat melesakkan bola ke gawang Kongo melalui aksi akrobatik Cancelo, hanya saja ketika menerima umpan Cancelo dalam posisi offside.
Kongo yang bermain menekan, beberapa kali melakukan serangan berbahaya. Bakambu beberapa kali mampu melewati pertahanan Portugal dan melakukan tembakan ke arah gawang.
Pada menit 68, Ronaldo hampir saja membuat gol ke gawang Kongo. Conceição merangsek ke dalam kotak penalti dari sisi kanan pertahanan Kongo dan mengirim umpan ke Ronaldo. Sayangnya, tendangan Ronaldo masih menyamping ke luar lapangan.
Portugal melakukan dua pergantian pemain sekaligus pada menit 72 dengan memasukkan Rafael Leão menggantikan Neto, dan Nélson Semedo menggantikan Mendes.
Pada menit 73, lagi-lagi Conceição mengirim umpan ke Ronaldo dari sisi kanan, namun seperti sebelumnya sepakan Ronaldo masih tidak tepat ke gawang.
Portugal kembali memasukkan pemain untuk menambah gaya gedor. Gonçalo Ramos menggantikan Vitinha pada menit 83.
Kongo, meski dikepung pemain Portugal hingga setengah lapangan, masih mampu memberikan tekanan ke Portugal. Dua kali pemain Portugal mendapat kartu kuning karena menghentikan pergerakan pemain Kongo.
Namun, hingga peluit akhir ditiupkan kedudukan tetap imbang tanpa gol tambahan.
Artikel ini ditulis oleh:
Eroby Jawi Fahmi











