Pada Rabu malam (17/6), dua masjid di desa Jiljilya dan desa Mazar’a al-Nubani, Tepi Barat, Palestina, diserang oleh para pemukim Israel. Menurut laporan Anadolu, pelaku membakar sebagian masjid dan menulis slogan-slogan berbahasa Ibrani di dindingnya di tengah meningkatnya serangan yang menargetkan kota-kota Palestina, tempat ibadah, tanah dan properti. Diberitakan sebelumnya, sebanyak 1.005 warga Palestina tewas dan 3.157 lainnya terluka oleh serangan pasukan Israel di Gaza sejak gencatan senjata dicapai pada Oktober 2025, demikian disampaikan otoritas kesehatan yang berbasis di Gaza pada Rabu (17/6). Jumlah korban tewas sejak 7 Oktober 2023 telah mencapai 73.016 orang, dengan 173.265 lainnya terluka, demikian disampaikan pihak otoritas dalam laporan harian terbarunya.

Jakarta, Aktual.news – Indonesia, Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, Turki dan Uni Emirat Arab (UEA) mengutuk keras serangan terhadap Masjid Agung di desa Jiljilya dan Masjid Al-Farouq di desa Mazar’a al-Nubani, Ramallah utara.

Menurut pernyataan bersama di akun resmi X Kemlu RI yang dipantau di Jakarta, Jumat (19/6/2026), negara-negara itu mengutuk keras kekerasan yang terus berlanjut dan meningkat yang dilakukan oleh Israel terhadap Palestina di Tepi Barat yang diduduki, termasuk serangan ke dua masjid tersebut.

“Serangan-serangan ini merupakan pelanggaran nyata terhadap kesucian tempat ibadah dan situs keagamaan, hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional, dan resolusi PBB yang relevan,” menurut pernyataan tersebut.

Mereka menegaskan penolakan mutlak terhadap serangan-serangan tercela dan tindakan ilegal Israel yang terus berlanjut di Wilayah Palestina yang diduduki yang memicu ketidakstabilan, kekerasan, dan ekstremisme serta merusak upaya internasional untuk mencapai perdamaian.

Para menteri luar negeri itu menganggap Israel sebagai kekuatan pendudukan yang bertanggung jawab atas serangan-serangan tersebut.

Para menteri kembali mendesak komunitas internasional untuk memenuhi tanggung jawab hukum dan moralnya dengan menekan Israel agar menghentikan eskalasi di Tepi Barat yang diduduki, mengakhiri praktik ilegal dan kekerasan pemukim, serta memastikan para pelaku dimintai pertanggungjawaban tanpa impunitas.

Mereka juga menegaskan dukungan penuh kepada rakyat Palestina, termasuk hak yang sah dan tidak dapat dicabut untuk menentukan nasib sendiri serta mendirikan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat berdasarkan perbatasan 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota.

Pernyataan itu juga menegaskan dukungan terhadap berbagai upaya untuk mengakhiri pendudukan Israel dan mewujudkan perdamaian yang adil, berkelanjutan, serta menyeluruh melalui solusi dua negara yang sejalan dengan hukum internasional, resolusi PBB terkait, dan Inisiatif Perdamaian Arab.

Pada Rabu malam (17/6), dua masjid di desa Jiljilya dan desa Mazar’a al-Nubani, Tepi Barat, Palestina, diserang oleh para pemukim Israel.

Menurut laporan Anadolu, pelaku membakar sebagian masjid dan menulis slogan-slogan berbahasa Ibrani di dindingnya di tengah meningkatnya serangan yang menargetkan kota-kota Palestina, tempat ibadah, tanah dan properti.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 1.005 warga Palestina tewas dan 3.157 lainnya terluka oleh serangan pasukan Israel di Gaza sejak gencatan senjata dicapai pada Oktober 2025, demikian disampaikan otoritas kesehatan yang berbasis di Gaza pada Rabu (17/6).

Jumlah korban tewas sejak 7 Oktober 2023 telah mencapai 73.016 orang, dengan 173.265 lainnya terluka, demikian disampaikan pihak otoritas dalam laporan harian terbarunya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eroby Jawi Fahmi