Jakarta, Aktual.news – Merespons kondisi krisis yang tengah melanda bangsa Indonesia, Sekolah Negarawan secara resmi menyelenggarakan acara “Doa Tahlukah – Wirid Wabal – Wirid Akhir Zaman”, Selasa (19/05/2026). Acara yang berlangsung khidmat di Ruang Budaya Sekolah Negarawan, Kota Malang ini, dikhususkan sebagai bentuk keprihatinan mendalam sekaligus jalan spiritual untuk menyikapi keadaan Indonesia hari ini.
Sebagai informasi, Doa Tahlukah atau Wirid Tahlukah adalah doa dan wirid spiritual yang disusun pada tahun 2013 oleh Cak Nun (Emha Ainun Nadjib) bersama Syaikh Kamba dan Ahmad Fuad Effendy.
Istilah “Tahlukah” sendiri berasal dari bahasa Arab yang berarti kebinasaan. Wirid ini secara khusus disusun sebagai ikhtiar batin atau permohonan kepada Allah SWT agar memberikan keadilan, keselamatan, dan pertolongan bagi orang-orang yang terzalimi, terutama saat menghadapi situasi yang penuh desakan dan kezaliman yang luar biasa.
Kegiatan ini menjadi ruang refleksi dan doa bersama yang dilandasi oleh kegelisahan atas ketimpangan yang terjadi di tengah masyarakat. Dalam sambutannya, Direktur Sekolah Negarawan, Prayogi R. Saputra, menyoroti ironi besar yang sedang dialami oleh bangsa ini. Ia menegaskan bahwa Indonesia tidak kekurangan sumber daya, namun salah kelola telah menyengsarakan rakyat.
“Tidak seharusnya Indonesia yang kaya raya ini masih memiliki masalah kemiskinan yang begitu memprihatinkan. Doa Tahlukah menjadi jalan yang terpaksa diambil oleh Sekolah Negarawan dengan satu harapan utama: agar bantuan Tuhan segera datang untuk menolong bangsa ini dari keterpurukan,” ungkap Prayogi di hadapan para hadirin.
Turut memberikan pandangannya dalam acara tersebut, Wakil Direktur Sekolah Negarawan, Rinto Setiyawan, menyampaikan kritik tajam terkait eksistensi Indonesia sebagai sebuah negara. Ia menilai bahwa pembiaran terhadap penderitaan rakyat adalah bentuk kegagalan sistemik dari penyelenggara negara.
“Negara ini bukan lagi negara jika kondisi sekarang terus dibiarkan. Mengingat bahwa secara konseptual, negara adalah entitas yang terdiri dari rakyat, pemerintah, dan wilayah. Namun yang terjadi sekarang, pemerintah justru tidak pernah hadir untuk rakyatnya. Jika pemerintah absen dari tugas utamanya, maka Indonesia hari ini tidak bisa lagi disebut sebagai sebuah negara,” tegas Rinto.
Doa Tahlukah – Wirid Wabal – Wirid Akhir Zaman ini ditutup dengan melantunkan wirid dan doa bersama secara khusyuk. Melalui inisiatif ini, Sekolah Negarawan berharap dapat memantik kesadaran kolektif masyarakat untuk terus bersuara dan berikhtiar, baik secara fisik maupun spiritual, demi kembalinya hakikat negara yang melindungi dan menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia.
Artikel ini ditulis oleh:
Rizky Zulkarnain

















