
Wajah Diplomasi Parlemen di Ranah Global
Pernyataan itu bukan sekadar retorika. Di tengah padatnya agenda legislasi, pengawasan, pembahasan anggaran, dan dinamika politik dalam negeri, DPR RI tetap menjalankan satu peran pentingnya: merawat harmoni antarnegara.
Konsistensi itu dibuktikan dalam berbagai forum parlemen antarbangsa. Parlemen Indonesia tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga penengah dan perajut dialog.
Kiprah ini terlihat saat Parlemen Indonesia mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah Sidang Umum Inter-Parliamentary Union (IPU) ke-144 di Bali, Maret 2022.
“Majelis IPU ke-144 menjadi momentum bagi Parlemen untuk menyebarkan budaya damai yang selalu mempromosikan toleransi dan dialog, serta menolak kekerasan,” tegas Ketua DPR RI Puan Maharani, di Nusa Dua, Bali, Minggu (20/3/2022), dikutip dari laman DPR RI.
Dihadiri delegasi 115 negara, konferensi ini melahirkan Deklarasi Nusa Dua yang menyepakati pembentukan gugus tugas (task force) guna menjembatani dialog dan mencari resolusi damai atas konflik Rusia-Ukraina.
Pesan damai ini kemudian disuarakan kembali pada Sidang P20, yakni pertemuan Ketua Parlemen negara-negara G20 (G20 Parliamentary Speakers’ Summit), Oktober 2022, di mana Indonesia juga bertindak selaku tuan rumah.
Lalu, dalam Konferensi ke-19 Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) di Jakarta, Mei 2025, DPR RI mengajak parlemen Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk mengambil peran lebih aktif dalam memperjuangkan penyelesaian damai dan keadilan bagi rakyat Palestina.
Sidang yang dihadiri parlemen 38 negara dari total 54 anggota OKI ini menghasilkan Deklarasi Jakarta yang menegaskan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina. Deklarasi tersebut penting sebagai langkah untuk memutus tragedi kemanusiaan di Palestina.
“Terkait dengan Deklarasi Jakarta, tentu saja nantinya akan ditindaklanjuti bukan hanya di PBB, namun juga di forum-forum parlemen terkait dengan pembahasan mengenai Palestina,” tegas Puan Maharani, di Gedung Nusantara, Jakarta, Kamis (15/5/2025), dikutip dari laman DPR RI.
DPR RI juga menekankan pentingnya penyelesaian konflik di antara negara-negara Islam melalui negosiasi papan catur geopolitik (geopolitical chess match) dan senantiasa menjaga stabilitas kawasan.
Artikel ini ditulis oleh:
Eroby Jawi Fahmi











