Makassar, Aktual.news – Dugaan pelecehan seksual verbal di lingkungan kerja kembali mencuat. Seorang karyawati Bank Syariah Indonesia (BSI) Area Sulawesi Selatan, yang identitasnya disamarkan dengan nama Melati, mengaku mengalami perlakuan tidak pantas dari atasannya saat berada di kantor BSI Area Sulsel di Jalan Dr. Ratulangi, Makassar.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh, peristiwa itu bermula ketika pimpinan area menanyakan alasan Melati mengajukan cuti kerja. Kepada atasannya, ia menjelaskan bahwa cuti tersebut digunakan untuk menjalani program kehamilan sesuai anjuran dokter.
Namun, menurut pengakuan korban, respons yang diterimanya justru dinilai mengandung unsur pelecehan seksual secara verbal. Ucapan tersebut disebut disampaikan di hadapan sejumlah rekan kerja sehingga membuat korban merasa dipermalukan.
Akibat kejadian itu, Melati mengaku mengalami tekanan psikologis yang cukup berat. Ia menyebut rasa malu dan stres yang dialaminya berdampak pada kondisi mental serta mengganggu program kehamilan yang tengah dijalani.
“Saya merasa dilecehkan, tertekan, dan malu. Ucapan itu terus terngiang di kepala saya,” ungkapnya, dikutip dari media Mappres.
Korban berharap manajemen BSI memberikan perhatian serius terhadap laporan tersebut. Ia meminta adanya pemeriksaan secara objektif dan transparan guna memastikan kebenaran peristiwa yang dilaporkannya.
Menurut Melati, langkah tegas perlu dilakukan apabila dalam proses pemeriksaan ditemukan adanya pelanggaran etika maupun aturan perusahaan. Hal itu dinilai penting untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di lingkungan kerja.
Sementara itu, pihak yang disebut sebagai terduga pelaku, yang menjabat sebagai Kepala Area BSI Sulawesi Selatan, telah dihubungi wartawan untuk dimintai klarifikasi. Berdasarkan informasi yang diperoleh, yang bersangkutan mengaku sedang memiliki agenda pekerjaan dan berjanji akan memberikan tanggapan pada kesempatan berikutnya. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi yang disampaikan.
Kasus tersebut juga mendapat perhatian dari sejumlah elemen mahasiswa di Makassar. Mereka mendesak manajemen BSI untuk melakukan investigasi secara transparan, memberikan perlindungan terhadap korban, serta memastikan proses pemeriksaan berlangsung objektif dan bebas dari segala bentuk intimidasi.
Hingga berita ini dipublikasikan, manajemen pusat BSI belum mengeluarkan keterangan resmi terkait dugaan pelecehan seksual verbal yang dilaporkan karyawati tersebut. Aktual.news masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak-pihak terkait.
Artikel ini ditulis oleh:
Rizky Zulkarnain












