Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nym/aa.

Jakarta, Aktual.news – Pemerintah Indonesia memastikan komitmennya dalam mendukung misi perdamaian dunia tetap berjalan di tengah memburuknya situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.

Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan pengiriman personel perdamaian untuk misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) tetap dilaksanakan sesuai jadwal.

Sebanyak 780 personel dijadwalkan bertolak menuju Lebanon pada akhir Mei 2026.

Keputusan tersebut disampaikan langsung Sugiono saat ditemui di Kantor Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Selasa (12/5/2026).

“Tanggal 22 berangkat. Kemarin 780 orang ke UNIFIL, Lebanon,” ujar Sugiono.

Ketua Harian DPP Partai Gerindra itu juga menanggapi perkembangan investigasi atas gugurnya prajurit TNI, Praka Anumerta Rico Pramudia, yang tewas akibat serangan tank Israel saat menjalankan tugas perdamaian di Lebanon.

Sugiono mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan investigasi terkait insiden tersebut.

Sekadar informasi, misi perdamaian UNIFIL telah menelan korban dari pihak TNI. Hingga kini tercatat empat prajurit Indonesia gugur dalam rangkaian konflik di wilayah tersebut.

Terbaru, Praka Anumerta Rico Pramudia meninggal dunia usai terkena serangan tank Israel pada 24 April 2026.

Selain Rico, tiga prajurit lain yang juga gugur dalam penugasan tersebut yakni Kopda Anumerta Farizal Ramadan, Mayor Infanteri Anumerta Zulmi Adityya Iskandar, dan Serka Anumerta Muhammad Nur Ikhwan.

Pemerintah Indonesia menegaskan partisipasi dalam misi perdamaian dunia di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa akan terus dijalankan sebagai bagian dari komitmen menjaga stabilitas dan perdamaian internasional.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Okt