Wakil Presiden Amerika Serikat J.D. Vance saat menyampaikan pidato di Islamabad, Pakistan. (ANTARA/HO-The White House)
Wakil Presiden Amerika Serikat J.D. Vance saat menyampaikan pidato di Islamabad, Pakistan. (ANTARA/HO-The White House)

Washington, Aktual.news – Wakil Presiden Amerika Serikat J.D. Vance mengatakan penanganan soal Kuba, setelah konflik dengan Iran selesai dengan kesepakatan, merupakan kewenangan di bawah Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio.

“Kalian harus bertanya ke Marco Rubio soal Kuba. Kami ingin rakyat Kuba bahagia dan sukses. Kami sebenarnya sedang berdiskusi dengan Pemerintah Kuba saat ini tentang bagaimana mereka bisa mengubah cara mereka agar hal itu terwujud,” kata Vance dalam sebuah konferensi pers pada Kamis (18/6).

Presiden AS Donald Trump telah berulang kali menyatakan bahwa Kuba akan menjadi “yang berikutnya” setelah masalah Iran terselesaikan, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Pada akhir Mei, Menlu Kuba Bruno Rodriguez menuding Rubio sebagai salah satu dalang utama di balik tekanan AS terhadap Kuba.

Sebelumnya, pada Januari, AS memberlakukan bea masuk atas impor dari negara-negara yang memasok minyak ke Kuba dan mengumumkan keadaan darurat akibat dugaan ancaman Kuba terhadap keamanan nasional AS.

Kuba menyatakan Amerika Serikat memanfaatkan embargo energinya untuk mencekik perekonomian pulau tersebut dan memperburuk kondisi kehidupan warganya.

Langkah tersebut telah memperparah kelangkaan bahan bakar di pulau itu serta berdampak pada pembangkit listrik, transportasi, produksi pangan, layanan kesehatan, dan pendidikan.

Pada pertengahan Mei, Departemen Kehakiman AS mendakwa Raul Castro dan lima perwira militer Kuba atas penembakan jatuh dua pesawat pada tahun 1996 terkait dengan kelompok pengasingan yang berbasis di Miami, Brothers to the Rescue.

Kuba menyebut tuduhan tersebut sebagai aksi provokasi politik dan menekankan pihaknya bertindak untuk membela diri setelah terjadi pelanggaran berulang kali terhadap wilayah udara negara tersebut oleh pesawat-pesawat milik kelompok tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain