Selat Hormuz, Iran. Aktual/HO

Beijing, Aktual.news – Pemerintah China mengungkapkan dukungan terhadap nota kesepahaman yang telah dicapai Iran dan Amerika Serikat sehingga dapat meredakan konflik di Timur Tengah.

“Penandatanganan nota kesepahaman untuk tahap pertama negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran memiliki arti positif untuk meredakan ketegangan dan mengkonsolidasikan momentum gencatan senjata,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Kamis (18/6).

Pada Rabu malam (17/6), Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian menandatangani secara digital dari jarak jauh “Nota Kesepahaman Islamabad,” yang dimaksudkan untuk membuka jalan bagi berakhirnya perang yang dilancarkan oleh Washington dan Tel Aviv terhadap Iran pada 28 Februari.

Perdana Menteri Pakistan Shahbaz Sharif yang berperan sebagai mediator dalam proses diplomatik untuk kesepakatan itu juga akan menandatangani naskah MoU.

“China menyambutnya dan berharap bahwa semua pihak terkait, termasuk AS dan Iran, akan menjunjung tinggi semangat perjanjian dan melaksanakannya dengan itikad baik. Kekerasan bukanlah solusi,” tegas Lin Jian.

Negosiasi atas dasar kesetaraan, ungkap Linjian adalah pilihan yang tepat sehingga ia pun berharap AS dan Iran akan sama-sama mendekati tahap kedua negosiasi secara rasional, bekerja ke arah yang sama, dan berupaya mencapai hasil yang positif.

“Sejak pecahnya konflik, China telah bekerja tanpa lelah untuk mengakhiri pertempuran dan untuk perdamaian. Presiden Xi Jinping menyampaikan empat usulan tentang menjaga dan mempromosikan perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah dan menegaskan bahwa China mendukung negara-negara di kawasan tersebut dalam membangun rumah bersama yang berlandaskan hubungan bertetangga baik, pembangunan, keamanan, dan kerja sama,” jelas Lin Jian.

Selain itu, Lin Jian menyebut Menteri Luar Negeri Wang Yi mengadakan komunikasi dan koordinasi mendalam dengan para pejabat senior termasuk menteri luar negeri negara-negara terkait melalui lebih dari 30 panggilan telepon dan pertemuan.

Ditambah lagi, China dan Pakistan bersama-sama mengeluarkan lima butir inisiatif untuk memulihkan perdamaian dan stabilitas di kawasan Teluk dan Timur Tengah.

Ke depannya, Lin Jian menyebut China bertindak berdasarkan empat usulan Presiden Xi dan tidak akan pernah berhenti berupaya mempromosikan perdamaian dan memfasilitasi dialog, serta memberikan kontribusi berkelanjutan untuk memulihkan perdamaian, stabilitas, dan pembangunan di Timur Tengah secepat mungkin.

“Sebagai mitra strategis komprehensif Iran, China siap untuk mengkonsolidasi dan memperdalam kepercayaan politik timbal balik dengan Iran, meningkatkan kerja sama yang saling menguntungkan di berbagai bidang, dan memajukan kemitraan strategis komprehensif China-Iran,” ungkap Lin Jian.

Ia pun berharap Israel sebagai salah satu pihak terkait dalam konflik Timur Tengah dapat mengikuti tren perdamaian dan stabilitas di kawasan.

“Pada tahap kritis ini, pihak-pihak terkait termasuk Israel perlu mengikuti tren perdamaian dan stabilitas yang luar biasa di kawasan ini dan berbuat lebih banyak untuk membantu Iran dan AS mengimplementasikan kesepakatan dan mempromosikan negosiasi tahap kedua, bukan sebaliknya,” kata Lin Jian.

Nota kesepahaman antara AS dan Iran tersebut berisi 12 butir kesepakatan, yang berisi antara lain pertama, penghentian operasi militer secara segera dan permanen di semua lokasi, termasuk di Lebanon serta tidak melakukan ancaman atau penggunaan kekerasan terhadap satu sama lain.

Kedua, AS dan Iran sama-sama menghormati kedaulatan dan integritas teritorial masing-masing serta untuk tidak saling campur tangan dalam urusan internal masing-masing.

Ketiga, AS dan Iran berkomitmen untuk mencapai kesepakatan final dalam waktu maksimal 60 hari dan dapat diperpanjang.

Keempat, AS akan mencabut blokade angkatan lautnya dalam waktu 30 hari sehingga lalu lintas kapal akan sama seperti sebelum perang. AS juga berjanji menarik pasukan dari sekitar wilayah Iran dalam waktu 30 hari setelah kesepakatan final.

Kelima, Iran akan berusaha untuk menyediakan jalur aman bagi kapal-kapal komersial, tanpa biaya selama 60 hari saja, dari Teluk Persia ke Laut Oman, dan sebaliknya serta membersihkan ranjau dalam waktu 30 hari. Sedangkan diskusi layanan maritim Selat Hormuz akan dilakukan dengan negara teluk lain sesuai hukum internasional.

Keenam, AS dan mitra global akan memberikan setidaknya 300 miliar dolar AS untuk rekonstruksi dan pembangunan ekonomi Iran yang akan difinalisasi dalam Kesepakatan Final dalam waktu 60 hari.

Ketujuh, AS berjanji mengakhiri semua jenis sanksi terhadap Iran termasuk resolusi DK PBB, resolusi Dewan Gubernur IAEA dan semua sanksi sepihak AS dengan jadwal yang akan disepakati dalam kesepakatan final.

Kedelapan, Iran tidak akan memperoleh atau mengembangkan senjata nuklir. Iran dan AS juga sepakat untuk menghentikan penempatan bahan nuklir yang diperkaya di bawah pengawasan IAEA. Kesepakatan Final akan menentukan teknis pelaksanaan.

Kesembilan AS dan Iran setuju untuk mempertahankan status quo yaitu Iran akan mempertahankan status quo program nuklirnya saat ini, dan AS tidak akan memberlakukan sanksi baru dan tidak mengerahkan pasukan tambahan.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain