Jakarta, Aktual.news – Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, turun langsung ke lokasi terdampak pasca gempa Magnitudo 6,7 di Sulawesi Tengah untuk memastikan kondisi jalan, jembatan, dan layanan air bersih tetap berfungsi selama masa pemulihan.
Dody meninjau langsung sejumlah infrastruktur dasar dengan menyusuri Jalan Alternatif Palolo–Napu di Kabupaten Sigi guna memastikan konektivitas wilayah tetap terjaga, kondisi jembatan aman digunakan, serta layanan air bersih bagi masyarakat tetap berjalan.
Dalam peninjauan tersebut, Dody menegaskan bahwa Kementerian PU telah terlibat dalam penanganan dampak bencana sejak hari pertama bersama pemerintah daerah dan pemerintah provinsi. Ia menyebut berbagai titik terdampak telah mendapatkan penanganan agar aktivitas masyarakat dapat kembali berlangsung normal.
“Saat ini titik-titik bencana telah ditangani. Kami di Kementerian PU mendukung pemerintah daerah dan pemerintah provinsi sejak hari pertama,” kata Dody di Jakarta, Senin (22/6/2026).
Ia menambahkan, fokus berikutnya adalah memastikan infrastruktur dasar yang digunakan masyarakat sehari-hari tetap aman dan berfungsi optimal. Perhatian khusus diberikan pada kondisi jalan dan jembatan yang menjadi urat nadi aktivitas sosial maupun ekonomi warga.
Untuk itu, Dody meminta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah melakukan pemeriksaan teknis secara menyeluruh terhadap kondisi dan tingkat keandalan infrastruktur, termasuk pada titik-titik yang secara kasat mata tidak mengalami kerusakan berat. Salah satu lokasi yang ditinjau adalah Jembatan Binangga Kenaw di Kecamatan Nokilalaki, yang menjadi akses penting bagi mobilitas masyarakat.
Saat berada di lokasi, Dody mengaku merasakan getaran ketika kendaraan melintas di atas jembatan tersebut. Ia menilai kondisi tersebut harus segera ditindaklanjuti dengan pemeriksaan teknis lanjutan guna memastikan keamanan pengguna.
“Hal seperti ini harus segera ditindaklanjuti agar masyarakat mendapatkan kepastian bahwa infrastruktur yang mereka gunakan setiap hari benar-benar aman,” ujarnya.
Menurut Dody, dalam situasi pascabencana, keandalan infrastruktur tidak hanya diukur dari aspek teknis, tetapi juga dari rasa aman yang dirasakan masyarakat. Ia menilai kerusakan ringan atau gangguan kecil pada layanan dasar dapat berdampak besar terhadap aktivitas warga.
“Jalan yang retak, jembatan yang terasa goyang, atau layanan dasar yang terganggu mungkin terlihat kecil, tetapi bagi masyarakat itu sangat penting,” katanya.
Selain meninjau Jembatan Binangga Kenaw, Dody juga mendatangi Jembatan Posu yang berada di atas Sungai Posu, Desa Sopu. Dalam kunjungan tersebut, ia menyoroti kondisi kawasan hulu sungai yang memiliki cekungan berisi genangan air dan dinilai berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti longsor maupun banjir bandang apabila tidak dimitigasi sejak dini.
Untuk itu, ia menginstruksikan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III melakukan survei lanjutan guna mengetahui kondisi aktual di kawasan hulu sungai, termasuk kemungkinan langkah pengendalian aliran air jika diperlukan. Ia juga menyinggung pengalaman penanganan kejadian serupa di Majenang, Cilacap, Jawa Tengah.
“Awalnya ada cekungan berisi air. Karena hujan terus-menerus dan semakin deras, akhirnya cekungan itu jebol,” tuturnya.
Menurutnya, kebutuhan penanganan lebih lanjut akan ditentukan setelah hasil kajian teknis selesai dilakukan. Di samping memastikan konektivitas wilayah, Kementerian PU juga memantau keberlangsungan layanan air bersih bagi masyarakat terdampak gempa.
Salah satu fasilitas yang ditinjau adalah Intake dan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kamarora di Kecamatan Nokilalaki. Kementerian PU memastikan fasilitas tersebut tetap beroperasi dan siap melayani kebutuhan air minum warga selama proses pemulihan berlangsung.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga layanan dasar tetap berjalan sekaligus mendukung aktivitas masyarakat yang mulai kembali normal setelah gempa.
Kata Kunci:
Artikel ini ditulis oleh:
Achmat
Eka Permadhi












