Jakarta, Aktual.news – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pembangunan kembali Jembatan Kemang Pratama di Kota Bekasi, Jawa Barat, yang sebelumnya rusak akibat banjir. Hingga akhir Mei 2026, progres proyek tersebut telah mencapai 92,91 persen dan ditargetkan rampung pada Agustus 2026.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga kelancaran konektivitas masyarakat di kawasan perkotaan dengan mobilitas tinggi.
“Jembatan ini dibangun untuk memangkas waktu tempuh, menurunkan biaya operasional kendaraan, serta meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan,” ujar Dody di Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Jembatan Kemang Pratama sebelumnya mengalami kerusakan pada bagian abutmen akibat tergerus arus air saat curah hujan tinggi pada Maret 2025. Kerusakan tersebut sempat mengganggu arus lalu lintas di Bekasi Selatan dan akses menuju kawasan permukiman serta jalan tol.
Meski pengelolaan jembatan berada di bawah Pemerintah Kota Bekasi, penanganan pembangunan kembali dilakukan pemerintah pusat melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional DKI Jakarta–Jawa Barat guna mempercepat pemulihan infrastruktur strategis tersebut.
Jembatan ini memiliki peran penting sebagai penghubung kawasan permukiman padat dengan akses jalan tol, termasuk Tol Bekasi Barat dan Tol Jatiasih, serta mendukung distribusi barang dan pertumbuhan ekonomi wilayah.
Dalam pembangunannya, jembatan menggunakan struktur steel box girder dengan bentang utama sepanjang 78 meter. Struktur bawah diperkuat pondasi borepile berdiameter 80 sentimeter dan beton FC’30 guna meningkatkan ketahanan terhadap beban lalu lintas.
Total panjang penanganan proyek mencapai 410 meter dengan lebar jembatan 7 meter, termasuk pembangunan oprit di kedua sisi. Saat ini pekerjaan telah memasuki tahap akhir, meliputi penyelesaian rigid pavement dan pengaspalan bentang utama.
Proyek ini dikerjakan melalui skema Multi Years Contract (MYC) selama 300 hari kalender sejak 31 Oktober 2025. Data per 28 Mei 2026 menunjukkan progres pekerjaan melampaui target rencana sebesar 85,96 persen, dengan deviasi positif 6,95 persen.
Selama konstruksi, BBPJN DKI Jakarta–Jawa Barat berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Bekasi, Dinas Perhubungan, dan kepolisian untuk menjaga kelancaran lalu lintas melalui sejumlah rekayasa arus di sekitar lokasi proyek.
Artikel ini ditulis oleh:
Achmat
Eka Permadhi











