Jakarta, Aktual.news – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayati, menekankan pentingnya integritas data dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang digelar oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada 1 Mei hingga 31 Juli 2026.

Ia mengingatkan agar BPS memastikan seluruh data yang dihimpun benar-benar akurat dan tidak dimanipulasi demi kepentingan pencitraan.

“Data ini harus akurat, harus valid sesuai fakta, jangan karena pesanan, jangan karena ingin membuat seolah-olah kita baik-baik saja, ini justru bahaya,” ujar Esti dikutip dari laman dpr.go.id, Kamis (14/5/2026).

Menurutnya, data yang tidak valid berpotensi menimbulkan kesalahan dalam perumusan kebijakan antara pemerintah dan DPR. Ia menilai, kebijakan yang dibangun di atas data yang keliru dapat berujung pada keputusan yang tidak tepat sasaran.

“Kebijakan yang nanti akan kita buat bersama antara pemerintah dan DPR, tentu itu akan menjadi blunder, tidak tepat sesuai fakta,” lanjutnya.

Selain itu, Esti juga menyoroti pentingnya edukasi kepada masyarakat agar memberikan data yang jujur dalam proses sensus. Ia meminta masyarakat tidak khawatir data yang diberikan akan berdampak langsung pada beban pajak.

Menurut politisi PDI Perjuangan ini, data sensus merupakan cerminan kondisi ekonomi nasional, termasuk perkembangan UMKM di berbagai daerah, sehingga kejujuran responden menjadi kunci keberhasilan pendataan.

Di sisi lain, ia juga menekankan perlunya peningkatan kapasitas petugas lapangan. BPS diminta memastikan tenaga yang direkrut memiliki kemampuan komunikasi yang baik serta dilengkapi identitas resmi saat bertugas agar tidak menimbulkan resistensi dari masyarakat.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi