Aktual/Ilustrasi:AI-ChatGPT

Jakarta, Aktual.news – Kepala Badan Komunikasi, Muhammad Qodari, menanggapi sorotan publik terkait penunjukan sejumlah tokoh sebagai komisaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN), termasuk asisten pribadi Raffi Ahmad, Mufli Budi Ananda, yang masuk dalam jajaran komisaris PT Krakatau Posco.

Menurut Qodari, jabatan komisaris pada dasarnya merupakan fungsi pengawasan yang tidak semata-mata ditentukan oleh latar belakang akademik atau profesi tertentu. Ia menilai seseorang dapat menjalankan tugas sebagai komisaris dengan berbekal akal sehat, niat baik, dan pengalaman yang dimiliki.

“Pada dasarnya seorang komisaris yang merupakan pengawas BUMN bisa ditunjuk dengan dua modal dasar utama, yakni akal sehat dan niat baik,” kata Qodari kepada awak media, Sabtu (4/7/2026).

Ia meyakini para komisaris yang ditunjuk pemerintah telah memiliki pengalaman di berbagai bidang, baik di organisasi, pemerintahan, maupun sektor swasta. Pengalaman tersebut, menurutnya, dapat menjadi bekal dalam memberikan masukan serta melakukan pengawasan terhadap perusahaan pelat merah.

“Nah semua pengalaman itu bisa dimanfaatkan untuk bisa memberikan perspektif dan memberikan pengawasan kepada BUMN,” ujarnya.

Qodari menegaskan, posisi komisaris memiliki peran strategis karena bertugas mengawasi jalannya perusahaan, mulai dari implementasi visi dan misi, tata kelola perusahaan, hingga aspek keuangan. Selain itu, komisaris juga menjalankan fungsi sebagai wakil pemegang saham, yakni negara, dalam memastikan perusahaan dikelola secara baik.

“Sekali lagi kalau pengalaman saya, di situ ada pengawasan, di situ ada ide dan gagasan. Jadi kalau kita kembalikan kepada porsinya, sesungguhnya keberadaan komisaris sangat baik dan sangat bermanfaat bagi BUMN,” katanya.

Pernyataan Qodari disampaikan menyusul ramainya perbincangan publik mengenai pengangkatan Mufli Budi Ananda sebagai Komisaris PT Krakatau Posco.

Mufli dikenal sebagai asisten pribadi artis sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad.

Berdasarkan riwayat pendidikannya, Mufli merupakan lulusan Diploma III Politeknik Bunda Kandung jurusan Teknik Listrik. Ia kemudian melanjutkan studi pada Program Studi Teknik Industri Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) pada 2014.

Namun, berdasarkan data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI), status akademiknya tercatat mengundurkan diri pada tahun akademik 2018/2019 sehingga belum menyelesaikan pendidikan jenjang sarjana.

Adapun PT Krakatau Posco merupakan perusahaan patungan (joint venture) antara PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan perusahaan baja asal Korea Selatan, POSCO, dengan komposisi kepemilikan saham masing-masing sebesar 50 persen.

Perusahaan yang berlokasi di kawasan industri Cilegon, Banten, tersebut mulai dibangun pada 2011 dan beroperasi sebagai pabrik baja terpadu setelah penyelesaian proyek selama tiga tahun. Sebagai salah satu produsen baja terbesar di Indonesia, PT Krakatau Posco menjadi bagian penting dalam pengembangan industri baja nasional.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Okt